Lompat ke konten

Profesor dari Jepang Laksanakan Lesson Study di SLBN A Citeureup Cimahi

Cimahi, 15 Oktober 2025 — Kegiatan lesson study kembali menjadi ajang pembelajaran lintas negara di SLBN A Citeureup Cimahi. Sekolah luar biasa negeri ini mendapat kehormatan menerima kunjungan Prof. Masataka Kizuka dari Kyoto Prefectural University of Medicine, Jepang, yang melaksanakan lesson study bersama para guru pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, melalui program Collaborative Professional Development (CPD) bersama Prof. Kizuka. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru pendidikan khusus di Indonesia melalui kolaborasi internasional dan praktik reflektif berbasis kelas.

Fokus kegiatan kali ini adalah pembelajaran Matematika untuk siswa tunagrahita sedang kelas III, dengan topik “Mengenal dan Menggunakan Pecahan Uang Rupiah.” Melalui pendekatan yang menyenangkan, siswa diajak belajar mengenal nilai mata uang melalui lagu, permainan, serta simulasi jual beli sederhana yang kontekstual dengan kehidupan sehari-hari.

Prof. Kizuka memantau jalannya pembelajaran dan memberikan masukan terkait strategi mengajar yang lebih efektif bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Dalam sesi refleksi, beliau menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman konkret dan penguatan rasa percaya diri siswa dalam proses belajar.

“Pendekatan yang dilakukan para guru di SLBN A Citeureup sangat kreatif. Anak-anak tidak hanya belajar akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman yang bermakna dan membangun kepercayaan diri mereka,” ujar Prof. Kizuka.

Kegiatan lesson study ini juga dihadiri oleh Andri Sugeng, Kepala Sekolah SLBN A Citeureup Cimahi, para guru, serta perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Mereka terlibat aktif dalam diskusi reflektif untuk mengevaluasi keberhasilan dan tantangan dalam proses pembelajaran yang telah dilakukan.

Dalam sambutannya, Andri Sugeng menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Prodi Pendidikan Khusus UPI dan kehadiran Prof. Kizuka dalam kegiatan ini.

“Kolaborasi ini menjadi pengalaman berharga bagi kami. Guru-guru belajar langsung dari pakar internasional dan mendapatkan wawasan baru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih efektif bagi anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., selaku Kepala Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI, menegaskan bahwa kegiatan CPD dan lesson study ini merupakan bagian dari komitmen prodi untuk menghubungkan teori akademik dengan praktik nyata di lapangan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap guru pendidikan khusus memiliki kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung, refleksi, dan kolaborasi lintas negara. Kegiatan seperti ini bukan hanya memperkuat kemampuan profesional guru, tetapi juga membuka perspektif baru dalam pembelajaran anak dengan kebutuhan khusus,” ungkap Dr. Riksma.

Melalui kegiatan lesson study dan CPD ini, diharapkan terjalin kerja sama berkelanjutan antara SLBN A Citeureup Cimahi, Prodi Pendidikan Khusus FIP UPI, dan Kyoto Prefectural University of Medicine, dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih adaptif, inovatif, dan inklusif bagi siswa dengan kebutuhan khusus.