Bandung, 13 Oktober 2025 — Guru dan siswa di SPLB C YPLB Bandung berpartisipasi aktif dalam kegiatan Lesson Study yang menghadirkan Prof. Masataka Kizuka dari Kyoto Prefectural University of Medicine, Jepang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Collaborative Professional Development (CPD) yang diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sebagai upaya memperkuat praktik pembelajaran reflektif bagi guru pendidikan khusus di Indonesia.
Dalam kegiatan yang berfokus pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dengan tema “Lompat Jauh”, para siswa dengan hambatan intelektual belajar melalui aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Pembelajaran dirancang oleh Sisca Nurmaningsih, S.Pd, guru PJOK SPLB C YPLB, dengan pendekatan deep learning agar siswa tidak hanya berlatih keterampilan motorik, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kemandirian.
Di bawah pengawasan Prof. Kizuka, guru mencontohkan gerakan melompat tanpa awalan, melompat dengan pijakan satu kaki, hingga melompat dari bangku ke bak pasir, sambil memberikan variasi permainan yang menyenangkan seperti lompat katak menggunakan mini hula hoop. Siswa terlihat antusias dan bersemangat mengikuti setiap tahap pembelajaran.
“Anak-anak terlihat bersemangat dan berani mencoba. Pembelajaran ini bukan hanya latihan fisik, tetapi juga sarana melatih fokus, keberanian, dan koordinasi tubuh,” ujar Sisca Nurmaningsih, guru PJOK SPLB C YPLB Bandung.
Prof. Kizuka dalam sesi refleksi menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas guru dalam menyesuaikan metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa. Ia menilai kegiatan ini menunjukkan bagaimana praktik pendidikan jasmani dapat menjadi media efektif untuk mengembangkan potensi anak berkebutuhan khusus.
“Guru di SPLB C YPLB menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Mereka mampu menciptakan suasana belajar yang penuh dukungan dan menyenangkan, sehingga setiap anak merasa mampu dan dihargai,” tutur Prof. Masataka Kizuka.
Kepala sekolah Roudotul Jannah, M.M.Pd., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antara Prodi Pendidikan Khusus UPI dan Kyoto Prefectural University of Medicine.
“Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi guru kami. Melalui lesson study, kami dapat melakukan refleksi dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan,” ungkap Roudotul Jannah.
Sementara itu, Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., selaku Kaprodi Pendidikan Khusus FIP UPI, menegaskan bahwa kegiatan CPD bersama Prof. Kizuka merupakan wujud nyata dari komitmen UPI dalam membangun jejaring internasional dan meningkatkan kapasitas guru pendidikan khusus.
“Kegiatan lesson study seperti ini mempertemukan praktik terbaik dari lapangan dengan pandangan ilmiah dari pakar internasional. Tujuannya agar guru semakin reflektif, kreatif, dan mampu menyesuaikan strategi mengajar dengan kebutuhan unik setiap anak,” jelas Dr. Riksma.
Kegiatan lesson study di SPLB C YPLB Bandung ini menandai langkah penting dalam memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan khusus. Melalui CPD yang berkelanjutan, diharapkan terwujud ekosistem pembelajaran yang adaptif, humanis, dan berpusat pada perkembangan anak berkebutuhan khusus di Indonesia.