
Bandung, Senin, 30 Juni 2025, Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan rapat persiapan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Kolaborasi Nasional UPI-YGSI yang akan dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 2 hingga 5 Juli 2025. Rapat ini berlangsung di ruang rapat Prodi PKh lantai 2 dan dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Rapat ini membahas persamaan persepsi dan teknis pelaksanaan kegiatan P2M, khususnya terkait penguatan dan penyebarluasan mata kuliah Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksual (PKRS) yang telah dikembangkan di UPI sejak tahun 2023. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Endang Rochyadi, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini akan melibatkan enam perguruan tinggi (PT) yang akan berdiskusi dan mengkaji dokumen-dokumen pembelajaran berupa modul cetak/digital, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dan handout. Setiap PT nantinya diharapkan mampu mengembangkan strategi pembelajaran PKRS yang sesuai dengan konteks institusi masing-masing.
Tujuan utama kegiatan ini adalah menghasilkan dokumen pembelajaran yang lengkap, serta strategi integrasi mata kuliah PKRS di berbagai jenjang, baik sarjana maupun pascasarjana. Sebagai contoh, di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), terdapat peluang untuk memasukkan mata kuliah PKRS ke dalam program S2 melalui penyesuaian kurikulum.
Kegiatan di Yogyakarta akan diawali dengan sesi pembukaan pada Rabu, 2 Juli 2025 pukul 16.00 WIB, dilanjutkan dengan talkshow pada malam harinya yang akan dipandu oleh Prof. Ana Fatimatuzzahra, S.S., M.Pd., dengan narasumber Prof. Endang Rochyadi dan tim dari YGSI. Talkshow ini akan memaparkan proses dan pengalaman pelaksanaan perkuliahan PKRS di UPI, termasuk praktik baik dan skenario pelaksanaan workshop selama dua hari ke depan.
Dokumen penting yang wajib dibawa oleh peserta meliputi modul PKRS versi UPI dan modul setara dari YGSI. Dalam sesi diskusi, peserta akan diminta menganalisis, membandingkan, dan menyusun strategi pembelajaran berdasarkan dokumen yang ada. Setiap dosen pengampu dari UPI akan bertugas mendampingi dan memberikan arahan dalam diskusi kelompok yang dilakukan oleh perwakilan dari setiap PT.
Selain itu, akan disampaikan praktik baik pelaksanaan mata kuliah PKRS oleh dosen pengampu UPI berdasarkan pengalaman selama tahun 2023–2025. Praktik baik tersebut mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, tantangan yang dihadapi, serta inovasi yang dikembangkan. Dosen pengampu yang akan berbagi praktik baik antara lain Bu Oom, Bu Euis, Bu Imas, Bu Neni, Bu Juhanaini, dan Pak Wahyu, dengan jadwal presentasi yang telah ditentukan.
Kegiatan hari ketiga, yaitu Jumat, 4 Juli 2025, akan difokuskan pada kerja mandiri masing-masing PT dalam menyusun strategi pembelajaran PKRS, dengan model diskusi round table. Setiap tim akan mempresentasikan hasil kerja mereka dan menerima masukan dari dosen pengampu UPI. Kegiatan ditutup dengan sesi penutupan pada malam hari.
Prof. Endang menegaskan pentingnya keberadaan mata kuliah PKRS sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang berdampak nyata terhadap mahasiswa dan masyarakat. Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu menghasilkan artikel ilmiah, melakukan riset, serta memberikan kontribusi langsung ke sekolah-sekolah melalui media edukatif.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tercipta kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi dalam mengintegrasikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual secara lebih luas dan sistematis di Indonesia. Setiap PT diberikan keleluasaan untuk merancang strategi implementasi mata kuliah ini, baik melalui skema mata kuliah mandiri, integrasi ke dalam mata kuliah lain, maupun pengembangan program tambahan seperti sertifikasi.