Lompat ke konten

Pelatihan Implementasi Applied Behavior Analysis (ABA) untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus

Bandung, 11 Agustus 2025 – Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) menggelar Pelatihan Implementasi Applied Behavior Analysis (ABA) dalam Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus pada Senin, 11 Agustus 2025. Bertempat di ruang kelas lantai 2 FIP UPI, kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta dengan pemateri utama Dr. Yoga Budhi Santoso, M.Pd.

Pelatihan ini bertujuan membekali peserta, khususnya pendidik dan praktisi pendidikan khusus, dengan pemahaman mendalam mengenai konsep ABA serta penerapannya untuk mengembangkan keterampilan komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Dr. Yoga menjelaskan bahwa ABA merupakan kerangka ilmiah yang berfokus pada perilaku manusia yang penting secara sosial, dengan pendekatan sistematis untuk memahami dan mengubah perilaku melalui manipulasi variabel lingkungan. “ABA bukan sekadar metode, tetapi sebuah kerangka berpikir yang harus dimodifikasi sesuai kebutuhan unik setiap anak,” ujarnya.

Materi pelatihan mencakup tiga aspek utama dalam mengajar ABK: What (apa yang diajarkan dan pemahaman konsep yang harus dimiliki guru), Who (karakteristik peserta didik, termasuk kebutuhan dan modalitas belajarnya), dan How (cara atau metode mengajar yang efektif dan relevan). Peserta diajak memahami bahwa setiap ABK, seperti anak tunanetra, tunarungu, atau autisme, memerlukan pendekatan komunikasi yang berbeda sesuai hambatan dan potensinya.

Selain itu, peserta mempelajari sejarah perkembangan ABA, prinsip dasar perilaku, tujuh dimensi ABA (Applied, Behavioral, Analytic, Technological, Conceptually Systematic, Effective, dan Generality), serta konsep penting seperti stimulus, respon, repertoar perilaku, dan peran lingkungan dalam pembentukan perilaku.

Melalui diskusi dan studi kasus, peserta memahami bahwa perilaku harus dapat diukur secara objektif dan intervensi yang dilakukan harus memiliki dampak signifikan, dapat direplikasi, serta bertahan dalam berbagai konteks. Dr. Yoga menekankan pentingnya data dalam proses ABA: “Perubahan perilaku harus dibuktikan dengan data yang terukur, bukan sekadar penilaian subjektif.”

Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi peserta dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi intervensi berbasis ABA untuk meningkatkan keterampilan komunikasi ABK, sehingga anak dapat beradaptasi dengan lingkungannya, mandiri, dan meraih kualitas hidup yang lebih baik.