Lompat ke konten

UPI dan NTUT Jalin Kerja Sama Internasional di Bidang Pendidikan Inklusif

Tokyo, 22 Mei 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan National Taipei University of Technology (NTUT) secara resmi menandatangani perjanjian kerja sama internasional pada Kamis, 22 Mei, di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang. Acara ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi akademik di bidang pendidikan inklusif, khususnya bagi mahasiswa dengan hambatan pendengaran dan penglihatan.

Sebelum penandatanganan, delegasi dosen UPI melakukan kunjungan ke Kampus Amakubo milik NTUT untuk mengenal lebih dekat fasilitas dan pendekatan pendidikan yang diterapkan. Dalam upacara tersebut, Presiden NTUT Dr. Ishihara menyampaikan sambutannya secara langsung, sementara Rektor UPI, Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., menyampaikan pesan melalui video.

Kegiatan ini turut disaksikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, H.E. Mr. Heri Akhmadi, yang menyampaikan harapannya terhadap masa depan kolaborasi kedua institusi. Ia menekankan pentingnya kerja sama dalam menciptakan akses pendidikan yang lebih luas dan inklusif bagi pelajar internasional, khususnya mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Delegasi UPI yang hadir dalam kegiatan ini di antaranya adalah Ketua Program Studi Pendidikan Khusus, Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., perwakilan bidang kerja sama pendidikan khusus Prof. Dr. Juhanaini, M.Ed., dan turut didampingi langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Dr. Nandang Budiman, M.Si. Kehadiran para pimpinan ini mencerminkan keseriusan UPI dalam memperluas jejaring internasional di bidang pendidikan luar biasa.

Sebagai bagian dari kerja sama, UPI dan NTUT berencana mengembangkan program studi dan pertukaran mahasiswa di bidang pendidikan bahasa Jepang, yang menjadi tantangan besar bagi mahasiswa dengan hambatan sensori. Kolaborasi ini juga mencakup penerimaan dan pengiriman mahasiswa secara jangka pendek untuk mengikuti kelas pengalaman langsung.

Kunjungan ini juga mencakup pemaparan dari Tsukuba University of Technology, institusi yang memimpin jaringan PEPNet-Japan (Postsecondary Education Programs Network of Japan), yang mendukung mahasiswa tuli dan hard of hearing. Melalui PEPNet-Japan, lebih dari 30 perguruan tinggi Jepang bekerja sama dalam menyediakan layanan aksesibilitas seperti notetaking, captioning berbasis pengenalan suara, dan layanan juru bahasa. NTUT dan UPI berharap kerja sama ini akan menjadi langkah awal menuju pengembangan kurikulum dan sistem dukungan yang lebih ramah disabilitas di tingkat pendidikan tinggi, baik di Indonesia maupun Jepang.