
Bandung, 4 November 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menambah deretan guru besarnya. Prof. Dr. Juhanaini, M.Ed., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Pembelajaran pada Anak dengan Hambatan Belajar Spesifik di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UPI. Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Diferensiasi Pembelajaran: Strategi Inovatif untuk Mewujudkan Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkesulitan Belajar”, Prof. Juhanaini menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang adaptif dan berkeadilan di sekolah inklusif.
Dalam pidatonya, Prof. Juhanaini menjelaskan bahwa pendidikan bukan sekadar sarana transfer pengetahuan, melainkan proses menumbuhkan potensi dan karakter anak sesuai keunikan masing-masing. “Masih banyak anak dengan learning disabilities (LD) yang dianggap malas atau nakal hanya karena gagal mengikuti ritme pembelajaran yang seragam,” ujarnya.
Menurutnya, diferensiasi pembelajaran merupakan jawaban atas kesenjangan antara kebijakan inklusi dan praktik di lapangan. “Inklusi bukan sekadar menempatkan anak berkesulitan belajar di sekolah reguler, tetapi memastikan mereka mendapatkan pengalaman belajar bermakna,” tegasnya.
Guru besar yang dikenal sebagai pelopor bidang Learning Disabilities di Indonesia ini juga menguraikan empat aspek utama diferensiasi, yaitu penyesuaian konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Melalui pendekatan ini, guru dapat mengakomodasi keragaman siswa tanpa harus membuat kurikulum baru, melainkan menyesuaikan strategi dengan kesiapan dan gaya belajar peserta didik.
“Dengan diferensiasi, setiap anak diberi jalannya sendiri untuk mencapai puncak potensinya,” tutur Prof. Juhanaini dalam penutup pidatonya. Ia juga menyerukan agar guru, lembaga pendidikan, dan pemerintah memperkuat kompetensi diferensiasi sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka.
Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi Prof. Juhanaini dalam mengembangkan pendidikan inklusif di Indonesia. “Beliau adalah sosok inspiratif yang telah berkontribusi besar dalam riset, pelatihan guru, dan kerja sama internasional dalam bidang pendidikan khusus,” ujar Rektor.
Prof. Juhanaini telah berkiprah lebih dari tiga dekade sebagai dosen dan peneliti di bidang pendidikan luar biasa. Selain mengajar di UPI, beliau aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai universitas di Jepang, Malaysia, dan Belanda dalam program pengembangan pendidikan inklusif.
Dengan pengukuhan ini, Prof. Dr. Juhanaini, M.Ed. resmi menjadi bagian dari Dewan Guru Besar UPI dan diharapkan terus memperkuat riset serta kebijakan pendidikan inklusif berbasis diferensiasi di Indonesia.