
Bandung, 16 Oktober 2025 – Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) kembali menyelenggarakan kuliah umum (Stadium General) bertajuk “What Indonesia Can Learn From Japan: Transforming Teaching Through Lesson Study.” Acara ini berlangsung pada Kamis, 16 Oktober 2025 di Auditorium Lantai 10 FIP UPI, dan menghadirkan narasumber internasional, Prof. Masataka Kizuka dari Kyoto Prefectural University of Medicine, Jepang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa dan pendidik mengenai Lesson Study (LS) sebagai pendekatan kolaboratif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, yang telah menjadi praktik unggulan di Jepang dan mulai diadaptasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam penyampaian materinya, Prof. Kizuka menekankan bahwa Lesson Study bukan hanya berfokus pada pengajaran, tetapi lebih kepada proses pembelajaran dan pengembangan profesional guru secara berkelanjutan. Ia menyoroti bahwa menjadi guru profesional berarti terus belajar dari proses mengajar, memperhatikan cara siswa belajar, serta berbagi pengalaman antar sesama pendidik.
“Guru sering berpikir bahwa tugas utamanya adalah memberikan informasi kepada siswa. Padahal, yang lebih penting adalah bagaimana siswa belajar dan bagaimana guru dapat belajar dari proses tersebut,” ujar Prof. Kizuka.

Sebagai bagian dari sesi pembelajaran, Prof. Kizuka menayangkan video praktik Lesson Study di sekolah dasar di Jepang. Video tersebut menampilkan suasana pembelajaran matematika di kelas 4 SD, di mana guru mengajak siswa untuk berpikir kritis melalui simulasi peran sebagai kasir di supermarket.
Guru memfasilitasi siswa untuk menghitung harga barang menggunakan berbagai metode, seperti penjumlahan dan perkalian. Ketika muncul beragam jawaban dari siswa, guru tidak langsung memberi tahu mana yang benar, tetapi mendorong siswa untuk menjelaskan alasan dan langkah berpikir mereka.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa Lesson Study menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran, serta menumbuhkan kemampuan berpikir logis, reflektif, dan kolaboratif. Guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan situasi belajar yang menantang dan bermakna.
Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme peserta, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan. Sebagian peserta juga telah mengenal dan bahkan menerapkan Lesson Study dalam konteks pendidikan di Indonesia, sementara lainnya mendapatkan pemahaman baru mengenai konsep ini.