
Bandung — Program Studi Pendidikan Khusus (PKh) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan dari Haula Institut, sebuah lembaga pelatihan dan pengembangan di Kota Bandung yang berfokus pada program keluarga dan parenting, khususnya stimulasi anak melalui kegiatan bermain. Kunjungan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis dalam pengembangan program vokasi bagi penyandang disabilitas.
Haula Institut merupakan bagian dari Haula Group yang dikenal sebagai penyedia ruang belajar terbuka untuk berbagai pelatihan dan pengembangan kapasitas masyarakat. Lembaga ini secara aktif menyelenggarakan kegiatan edukasi baik secara daring maupun luring, serta menghadirkan berbagai seri pembelajaran yang ditujukan untuk masyarakat umum.

Dalam pertemuan tersebut, tim Haula Institut yang hadir terdiri atas Alwin M. Reza, M.Psi., Psikolog, Rini Maulida, S.Psi., dan Shaula Virgincia. Kehadiran tim Haula Institut bertujuan untuk menggandeng PKh UPI dalam merancang dan mengembangkan program vokasi yang inklusif dan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas.
Dari pihak Program Studi Pendidikan Khusus UPI, kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Prodi Pendidikan Khusus FIP UPI, Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., didampingi Sekretaris Prodi Pendidikan Khusus, Dr. Yoga Budi Santoso, M.Pd., serta Prof. Dr. Endang Rochyadi, M.Pd. sebagai perwakilan dosen.
Kepala Prodi Pendidikan Khusus FIP UPI, Dr. Riksma, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan komitmen PKh UPI dalam mengembangkan layanan pendidikan khusus yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga menekankan aspek kemandirian dan kesiapan vokasional bagi peserta didik penyandang disabilitas.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak merencanakan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) sebagai kegiatan awal kerja sama. FGD ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Sekolah Luar Biasa (SLB), guru, dosen Pendidikan Khusus, stakeholder terkait, serta pihak-pihak yang aktif dalam pengembangan vokasi bagi penyandang disabilitas.
Melalui rencana FGD tersebut, diharapkan dapat terbangun sinergi dan perumusan program vokasi yang kontekstual, aplikatif, serta sesuai dengan kebutuhan nyata penyandang disabilitas, sekaligus memperkuat peran PKh UPI sebagai pusat pengembangan pendidikan khusus dan vokasi inklusif di Indonesia.