Lompat ke konten

Lesson Study di YPAC Bandung Hadirkan Prof. Masataka Kizuka: Latih Kreativitas Siswa Melalui Desain Poster Digital

Bandung, 14 Oktober 2025 — Suasana ruang komputer di YPAC Bandung tampak berbeda dari biasanya. Para siswa dengan antusias memegang mouse dan memperhatikan layar komputer mereka, mencoba membuat poster digital menggunakan aplikasi Canva. Kegiatan pembelajaran ini merupakan bagian dari Lesson Study yang diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui program Collaborative Professional Development (CPD) bersama Prof. Masataka Kizuka dari Kyoto Prefectural University of Medicine, Jepang.

Kegiatan lesson study ini melibatkan guru Ilham Nur Iman, S.Pd., yang memandu siswa dalam pembelajaran mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan materi “Membuat Poster Sederhana Menggunakan Canva.” Tujuan kegiatan ini adalah melatih siswa agar mampu menggunakan teknologi digital untuk mengekspresikan ide dan meningkatkan keterampilan visual serta kreativitas mereka.

Siswa dengan berbagai latar belakang hambatan — mulai dari intelektual, autisme, hingga kesulitan motorik halus — belajar membuat poster bertema “Ayo Sekolah” dan “Makanan Bergizi.” Mereka diajak mengenal unsur-unsur desain poster seperti gambar, warna, tipografi, dan teks. Guru mencontohkan langkah-langkah pembuatan poster digital, sementara siswa mengikuti secara bertahap dengan bimbingan dan dorongan positif.

“Siswa sangat antusias ketika belajar menggunakan Canva. Mereka merasa bangga bisa membuat karya digitalnya sendiri,” ujar Ilham Nur Iman, S.Pd., guru kelas YPAC Bandung.

Selama kegiatan berlangsung, Prof. Masataka Kizuka mengamati secara langsung interaksi guru dan siswa. Dalam sesi refleksi, beliau menekankan pentingnya pendekatan berbasis teknologi dan pengalaman konkret bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus.

“Kegiatan ini menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat menjadi alat pembelajaran yang inklusif. Melalui aktivitas seperti membuat poster, siswa dapat belajar berkomunikasi secara visual, melatih motorik halus, dan menumbuhkan rasa percaya diri,” jelas Prof. Kizuka.

Selain memberikan umpan balik bagi guru, kegiatan lesson study ini juga menjadi sarana refleksi kolektif antara dosen, guru, dan praktisi pendidikan untuk memperbaiki dan memperkaya praktik pembelajaran di lapangan.

Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., selaku Kaprodi Pendidikan Khusus FIP UPI, menjelaskan bahwa kegiatan CPD ini merupakan wujud nyata kolaborasi internasional untuk memperkuat profesionalisme guru pendidikan khusus di Indonesia.

“Melalui lesson study, guru memiliki kesempatan untuk belajar secara reflektif dan kolaboratif. Ini sejalan dengan semangat pendidikan inklusif, di mana setiap anak — dengan segala keunikannya — berhak mendapatkan pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan zamannya,” ungkap Dr. Riksma.