Garut, 10 Juli 2025 – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berskala besar di Kabupaten Garut pada 9-10 Juli 2025. Mengusung tema “Transformasi Pendidikan: Inovasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis Teknologi dan Inklusivitas,” kegiatan ini diikuti oleh lebih dari seribu peserta, termasuk guru-guru sekolah inklusif.

Acara pembukaan pada Rabu (9/7) di Ballroom Hotel Harmoni Garut berlangsung meriah, dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan Budiman, yang mengapresiasi kontribusi UPI. Ketua Pelaksana PKM FIP UPI, Euis Kurniati, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mendorong perubahan praktik pendidikan di daerah.
“Kegiatan ini melibatkan 1.188 peserta, termasuk 109 dosen, 88 mahasiswa, serta ratusan guru dari PAUD hingga SLB se-Kabupaten Garut. Kami berharap program ini menjadi pemicu transformasi yang berkelanjutan,” ujar Euis. Dalam kesempatan ini, dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FIP UPI dan Dinas Pendidikan Garut oleh Wakil Rektor Bidang Komunikasi dan Kebudayaan UPI, Prof. Agus Rahayu, M.Si., serta off-agreement dengan Universitas Pendidikan Islam Garut sebagai bentuk sinergi.

Pada hari kedua, Kamis (10/7), kegiatan dilanjutkan dengan webinar di Aula SDN 4 Pataruman. Webinar bertema “Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran Berdiferensiasi melalui Media Digital Berbasis AI” ini secara khusus menargetkan guru-guru sekolah inklusif. Dua narasumber utama, Aini Qurrotullain, M.Pd. (praktisi pendidikan inklusif) dan Prof. Dr. Juhanaini, M.Ed. (pakar pendidikan berdiferensiasi), membagikan strategi pembelajaran adaptif bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Ketua Prodi Pendidikan Khusus UPI, Dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., berharap pelatihan ini berdampak langsung pada peningkatan kapasitas guru inklusif. “Ini adalah momen penting bagi guru-guru kami dalam memahami bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan dalam proses belajar yang menyenangkan dan relevan untuk semua anak,” tambahnya.

Salah satu peserta, Rani Handayani, S.Pd., memberikan kesan positifnya. “Program ini memberikan pengetahuan dan pengalaman yang bermakna untuk mengembangkan kompetensi kami sebagai guru, terutama di bidang teknologi.”

Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan praktisi pendidikan, PKM FIP UPI 2025 menjadi tonggak penting menuju pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Pendekatan deep learning berbasis AI diharapkan mampu menjembatani kesenjangan akses pendidikan sekaligus membekali guru dengan keterampilan pedagogis abad ke-21. (Nawasasi Aulia Putri)